Modul SMK, Akuntansi, Keislaman, Tarbiyah, Motivasi dan Inspirasi

Tampilkan postingan dengan label LIFE STYLE. Tampilkan semua postingan
Sebuah studi baru menunjukkan, puasa dapat membantu memerangi pertumbuhan sel kanker. Menurut laporan yang dipublikasikan di Science Tsanslational Medicioe, puasa mampu memperlambat pertumbuhan berbagai bentuk kanker termasuk kanler payudara, melanoma, glioma dan neuroblastoma.

Studi tersebut menggunakan tikus sebagai hewan uji, dan menemukan sel tumor merespons berbeda terhadap stres yang ditimbulkan saat berpuasa dibandingkan sel normal. Sel-sel yang diketahui sebagai penyakit itu terus tumbuh dan membagi dan pada akhirnya menghancurkan diri mereka sendiri. 

Sel tersebut seperti melakukan bunuh diri. Sel kanker berusaha untuk mengompensasi kekurangan dari semua hal yang hilang dalam darah setelah puasa. Temuan baru ini menunjukkan, siklus pendek puasa memperlambat pertumbuhan dan penyebaran berbagai jenis kanker pada tikus. Puasa dikombinasikan dengan kemoterapi menghasilkan tingkat kelangsungan hidup lebih baik {bagi penderitanya} di semua kasus kanker yang dipelajari.

Dalam studi sebelumnya, peneliti telah menemukan bahwa puasa melindungi sel-sel normal terhadap kemoterapi dengan membawa mereka ke keadaan tidak aktif.

Sumber : majalah sakinah, ramadhan-syawal 1433 H.

On Label: , , | 0 Comment

Terlihat wajah semangat yang berlumur air keringat, terliha seorang mahasiswa, namanya Ming Ming. Memakai gamis hijau, jilbab lebar dan tas ransel berwarna hitam, dia memasuki lobi Universitas Pamulang (UNPAM), Tangerang. Dia adalah mahasiswa semester 1 jurusan akuntansi. Usianya baru 17 tahun. Dan dia adalah salah satu mahasiswa TERPANDAI di kelasnya.

Saat kelas usai, dia pergi ke perpus. “Ilmu sangat penting. Dengan Ilmu saya bisa memimpin diri saya. Dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga. Dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dengan ilmu saya bisa memimpin dunia.” Itu asalan Ming Ming kenapa saat istirahat dia lebih senang ke perpustakaan daripada tempat lain. (keren ya…)

Sore hari setelah kuliah usai, Ming Ming menuju salah satu sudut kampus. Di sebuah ruangan kecil, dia bersama beberapa temannya mengadakan pengajian bersama. Ini adalah kegiatan rutin mereka, yang merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di UNPAM. Setelah itu, dia bergegas keluar dari komplek kampus.

Namun dia tidak naik kendaraan untuk pulang. Sambil berjalan, dia memungut dan mengumpulkan plastik bekas minuman yang dia temui di sepanjang jalan. Dia berjalan kaki sehari kurang lebih 10 km. Selama berjalan itulah, dengan menggunakan karung plastik, dia memperoleh banyak plastik untuk dia bawa pulang.
Rumah Ming Ming jauh dari kampus. Dia tinggal bersama ibu dan 6 orang adiknya yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang mereka pinjam dari saudara mereka di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Biasanya setelah berjalan hampir 10 km, untuk sampai ke rumahnya Ming Ming menumpang truk. Sopir truk yang lewat, sudah kenal denganya, sehingga mereka selalu memberi tumpangan di bak belakang. Subhanallah, setelah truk berhenti dengan tangkas dia naik ke bak belakang lewat sisi samping yang tinggi itu. (can you imagine it ?)

Ming Ming sekeluarga adalah pemulung. Dia, ibu dan adik-adiknya mengumpulkan plastik, dibersihkan kemudian dijual lagi. Dari memulung sampah inilah mereka hidup dan Ming Ming kuliah.
Ini adalah cerita nyata yang yang ditayangkan dalam berita MATAHATI di DAAI TV sore kemarin (26/5/2008). Di Trans TV juga disiarkan hari selasa kemarin, di acara KEJAMNYA DUNIA Sungguh episode yang membuat bulu kudu kita merinding dan mata kita berkaca-kaca.

Ming Ming Sari Nuryanti (Mahasiswi Universitas Pamulang) Menjadi Pemulung untuk membiayai kuliah dan melanjutkan hidupnya.

Ming Ming Sari Nuryanti, Pangilannya Muna. Ia lahir di Jakarta, 28 April 1980 sebagai putri pertama dari tujuh bersaudara pasangan Syaepudin (45) dan pujiyati (42). Syaepudin, ayahnya, adalah seorang karyawan di sebuah tempat hiburan di daerah ancol, Jakarta Utara. Setiap hari ia mengumpulkan bola bowling . Sementara ibunya Pujiyati adalah seorang ibu rumah tangga sederhana. Lisa, adiknya yang pertama, duduk dibangku kelas 3 SMU Negeri I Rumpin. Melati, adiknya yang kedua, duduk dibangku kelas 2 di SMU yang sama. Kenny, adiknya yang ketiga, duduk dibangku kelas 6 SD Sukajaya. Sementara tiga adiknya yang lain juga masih sekolah disekolah yang sama. Romadon di kelas 5, Rohani di kelas 4 dan Mia di kelas 1.

Pada tahun 1994, dengan ekonomi yang pas-pasan Muna bersama keluarganya mengotrak rumah sangat sederhana di daerah Kosambi, Cengkareng. Orang tua muna menggeluti usaha rempeyek untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang memang hasilnya tidak menjanjikan. Disela kehidupan yang cukup prihatin, Muna, yang pada waktu itu masih berusia 4 tahun menunjukan potensi dirinya yang berbeda dengan anak-anak lainnya. Dalam usia yang sedini ini, ia memaksa orang tuanya untuk memohon kepada kepala sekolah SDN 02 Kosambi agar menerimanya sebagai murid kelas 1. Hasilnya menggembirakan, ia tidak mengalami masalah dan bahkan dapat naik ke kelas 2 dengan hasil yang memuaskan.

keluarga ming-ming Saat Muna beranjak kelas dua, yaitu tahun 1996 Muna bersama keluarga hijrah ke daerah Bogor, Rumpin. keluarga mereka membuka usaha warung makanan dengan modal yang pas-pasan. Setahun berjalan, usaha itu bangkrut. Hingga untuk bisa bertahan hidup mereka hanya mengkonsumsi bubur atau singkong. Hal itu berlanjut hingga lima tahun.
Suatu hari, ada seorang teman ayah Muna yang memberitahu bahwa gelas dan botol bekas air mineral dapat dijadikan uang . Saat itu juga serentak seluruh keluarga mengumpulkan gelas dan botol bekas air mineral. Hampir setiap hari keluarga mereka berbondong-bondong keluar sambil membawa karung dan terkadang pulang hingga jam tiga pagi. Gelas bekas yang dikumpulkannya ini dihargai delapan ribu rupiah untuk setiap kilonya. Dalam sehari Muna dapat mengumpulkan sebanyak satu karung gelas plastik bekas atau seberat satu kilo gram.

Dari usaha yang baru ini membawa sedikit angin segar bagi keluarga Muna, terlebih bagi dirinya sendiri yang memang sangat bersemangat untuk menempuh pendidikan setinggi tingginya. Dalam keadaan yang sulit sekalipun prestasi belajarnya cukup menggembirakan. Semenjak SD hingga SMU Muna selalu mendapat peringkat tiga besar. Sebelum meninggalkan bangku SMU ia pernah mendapat juara 2 lomba puisi dan ia pun masuk kedalam sepuluh besar lomba membawakan berita pada peringatan hari bahasa pada waktu itu. Pada bangku kuliah pun ia masuk dalam peringkat sepuluh besar pada universitas Pamulang jurusan akuntansi. Potensi inilah yang membakar semangatnya dan memperoleh dukungan keluarga untuk terus belajar.
Tahun ajaran 2007-2008 masih dalam keadaan cukup prihatin Muna memberanikan diri mencicipi bangku kuliah. Tekadnya bulat untuk memilih jurusan akuntansi yang dalam benaknya dapat memudahkan mencapai cita-citanya untuk dapat bekerja pada Perusahaan besar. Dengan biaya kuliah Rp. 900.000 per semester dapat dicicilnya setiap bulan sebesar Rp. 150.000. Jadi, apabila ia ingin kuliah maka ia pun harus bekerja keras siang malam.

Semangat dalam belajar dan bersabar dalam meniti jalan kehidupannya membuat muna dapat dikatakan memiliki suatu yang lebih diantara kawan sebayanya. Meskipun terkadang hanya makan sekali dalam sehari tidak membuatnya kehilangan energi dalam menuntut ilmu. Muna yang memang dikenal juga anak yang pandai bergaul dan periang ini bergabung bersama kawan-kawannya di UKM MUSLIM. . Keprihatinan yang dialami keluarga Muna baru diketahui ketika kawan-kawannya berkunjung ke rumahnya. Semenjak itu, ia semakin mendapat perhatian dari pengurus UKM MUSLIM dan kawan-kawannya dengan memberinya bantuan yang memang jumlahnya belum cukup signifikan.

Ust. Harist, salah seorang Pembina MUSLIM merekomendasikan Muna untuk mendapat bantuan beasiswa melalui DPU DT. Alhamdulillah, setelah mengikuti seleksi akhirnya Muna lolos menjadi anggota program BEA MAHAKARYA DPU DT. Dalam program BEA MAHAKARYA ini selain mendapat bantuan finansial ia juga memperoleh serangkaian pendidikan dan pelatihan yang dapat menjadi bekal bagi dirinya kedepan. Muna terlihat semakin optimis mengejar cita-citanya. Selain itu pula atas usaha dan dukungan kawan-kawannya ia dapat diliput dibeberapa media cetak dan elektronik yang mudah mudahan dapat dijadikan pintu keluar bagi keprihatinan yang ia alami sekeluarga selama ini.

On Label: , , | 0 Comment

Part 4
Dan diantara manusia ada yang berkata, ”Wahai Tuhan kami berikanlah kami kebahagiaan didunia dan kebahagiaan di akhirat," (QS Al Baqarah: 201).
Rasulullah Saw bersabda, “Bukanlah sebaik-baik kamu orang yang bekerja untuk dunianya saja tanpa akhiratnya, dan tidak pula orang-orang yang bekerja untuk akhiratnya saja dan meniggalakan dunianya. Dan sesungguhnya sebaik-baik kamu adalah orang yang bekerja untuk akhirat dan untuk dunia."
“Hidup adalah kombinasi antara kemudahan dan kesusahan. Diantara keduanya ada enam bidang yang selalu datang dan pergi dalam hidup kita. Manusia berusaha untuk mengejar dan memenuhi keenam hal itu: 1.Spiritual Emosional, 2.Kesehatan, 3.Keuangan,4.Pendidikan, Karir dan Bertumbuh, 5.Hubungan Sosial, 6.Keluarga dan Rumah Tangga. Beruntunglah mereka yang mampu menyeimbangkan ke-enam aspek penting dalam kehidupan mereka, surga dunia sudah ada dalam genggaman mereka.” (Valentino Dinsi, Guru Entrepreneur Indonesia)
Prinsip Utama 12: Spiritual Emosional (ESQ)
"Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya," (QS. Qaf: 16).
Kebenaran sejati terletak pada suara hati yang bersumber dari spiritual, yang tak bisa ditipu oleh siapa pun, atau oleh apapun, termasuk diri kita sendiri. Mata hati ini dapat mengungkap kebenaran hakiki yang tak tampak di hadapan mata. Bahkan ahli sufi Islam Jalaludin Rumi, mengatakan,”Mata hati punya kemampuan 70 kali lebih besar untuk melihat kebenaran daripada dua indera penglihatan.”
Saya ingin mengajak Anda meluangkan waktu sejenak menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, dengan suara hati Anda:
1. Anda sedang makan di pinggir jalan, tiba-tiba ada seorang anak perempuan kecil berusia lima tahun berdiri tepat di depan Anda, menatap makanan yang Anda pegang dengan penuh harap, suara hati apa yang muncul pada saat itu?
2. Bayangkan, pada saat Anda sedang berjalan sendiri di tengah taman, di suatu kota. Melihat sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anaknya yang masih kecil dan lucu sedang bercengkerama dengan riang gembira. Suara hati apa yang hadir saat itu?
3. Coba bayangkan situasi ini! Salah seorang teman sekantor Anda dikirim oleh perusaahaan untuk mengikuti training manajemen selama dua minggu. Sementara Anda sendiri tidak dipilih. Apa yang Anda rasakan?
4. Kemudian setelah satu minggu, dia pulang kembali ke kantor dengan wajah berseri-seri dengan menunjukkan sertifikatnya kepada Anda, suara hati apa yang timbul?
5. Anda sedang berada di suatu ruangan yang bersih dengan lantai marmer berkilau. Tiba-tiba Anda melihat sebuah kertas kotor di dekat kaki Anda, suara hati apa yang Anda rasakan?
6. Kemudian ada seorang yang membuang puntung rokok seenaknya di sana. Suara hati apa yang timbul di hati Anda?
7. Di dalam suatu perjalanan, Anda melihat seorang pemuda sedang berusaha menjambret tas seorang wanita tua. Perasaan apa yang muncul saat itu?
8. Namun ketika Anda sadari bahwa penjambret tersebut membawa sepucuk pistol, apa yang Anda rasakan?
9. Anda sedang berada di tengah kebuh yang hijau, tiba-tiba melihat sekuntum bunga berwarna merah, jingga dan ungu. Apa yang Anda rasakan?
10. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang memetik bunga itu dengan kasar. Apa yang Anda rasakan?
Pertanyaan- pertanyaan diatas sebenarnya adalah salah satu materi dalam sebuah perlombaan pidato internasional yang pernah diadakan di Bali tahun 1999. Saat itu, para juri internasional dan peserta terlihat mengangguk-angguk tanpa sadar. Begitu pula jawaban yang Anda rasakan itu akan sama di seluruh dunia. Apakah dia orang kaya, miskin, rasa apa saja, agama apa saja, berbagai suku apa pun namanya akan merasakan suara hati yang sama apabila dalam kondisi fitrah.
Berikut saya kemukakan jawaba-jawaban suara hati itu:
Jawaban No.1 : adalah suara hati yang mendorong kita “ingin memberi” tatkala Anda sedang memakan makanan Anda.
Jawaban No.2 : adalah suara hati dari “rasa kasih dan sayang” ketika menagkap rona kebahagiaan dan kasih sayang di wajah mereka.
Jawaban No.3 : adalah suara hati yang mengatakan bahwa Anda “ingin juga maju” sehingga Anda merasa ingin mengikuti training tersebut
Jawaban No.4 : adalah suara hati yang mengatakan bahwa Anda juga ingin mengetahui “ilmu” tersebut. Anda juga ingin mengetahui materi training apa yang telah diperoleh oleh teman Anda itu.
Jawaban No.5 : adalah suara hati “ingin bersih” sehingga Anda merasa “perlu” memungut sampah itu.
Jawaban No. 6 : adalah dorongan suara hati untuk “memelihara” sehingga Anda merasa harus melarang orang tersebut membuang puntung rokok atau memungut dan membuangnya ke dalam bak sampah.
Jawaban No.7 : adalah dorongan suara hati untuk “menolong” wanita tua tersebut.
Jawaban No.8 : adalah suara hati untuk menolong sekaligus “berhitung” ketika Anda harus berpikir dua kali untuk menolong wanita tua tersebut.
Jawaban No.9 : adalah karunia hati yang bisa merasakan “keindahan” ketika Anda melihat bunga yang berwarna-warni itu.
Jawaban No.10 : adalah suara hati yang menyuruh Anda untuk “memelihara” dan “melindungi” bunga indah tersebut.
Jawaban-jawaban dari suara hati tersebut adalah sama persis dengan sifat-sifat Allah yang terdapat di dalam Al-Qur’an (Asmaul Husana) seperti Maha Penolong, Maha Pengasih dan Penyayang, Mahailmu, Mahatahu, Mahasuci, Maha Memlihara, Maha Berhitung, Maha Melindungi.
“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari koamat kelak dalam keadaan buta,” (QS.Thoha; 124).
Saudaraku ! Boleh jadi kemiskinan, kecelakaan, kesukaran, bencana yang menimpa kita selama ini karena kita perpaling, jauh dari mengingat Allah.
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah: 74)
Perasaan marah, takut, sedih, senang, benci, cinta, antusias, dan bosan merupakan respon kita terhadap berbagai peristiwa yang terjadi kepada diri kita.
“To live well, you need not only a high IQ but a high EQ” - Claude Steiner -
Emosi pada diri kita bisa menjadi sebuah kecerdasan tersendiri yang menentukan kesuksesan kita. Sejak Kecerdasan Emosi (Emotional Intelligence) atau lebih tersohor disebut EQ diperkenalkan oleh Daniel Goleman pada tahun 1995, perhatian masyarakat mulai beralih dari kecerdasan intelektual (IQ) semata kepada kecerdasan emosional. Bahkan sebuah survey yang dilakukan hampir seratus tahun yang lalu, tepatnya tahun 1918 mengenai IQ, ditemukan bahwa orang yang skor IQ-nya tinggi justru kecerdasan emosinya menurun. Dibanding EQ, kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang kira-kira 20 persen untuk menentukan kesuksesan seseorang.
Keberhasilan seseorang ditentukan oleh kemampuannya menguasai berbagai keterampilan yang berhubungan dengan kecerdasan emosi. Orang tidak akan sukses dalam bidang apa pun kecuali jika ia senang dengan apa yang digelutinya itu.
Baiklah! Sekarang kita kembali ke masa-masa kita sekolah atau kuliah. Coba, pernahkah Anda tidak menyukai sebuah mata pelajaran atau kuliah tertentu atau tidak suka dengan guru atau dosennya? Saya dapat pastikan bahwa Anda tidak akan memperoleh nilai bagus untuk mata pelajaran itu. Lagi-lagi hal ini menunjukkan bahwa emosi biasanya memicu seseorang untuk berprestasi. Oleh karena itu, kecerdasan emosi menjadi lebih penting dibandingkan dengan kecerdasan intelektual atau prestasi akademik. Kecerdasan emosional merupakan senjata ampuh bagi seseorang untuk memotivasi diri sendiri dalam bertahan menghadapi frustrasi.
“Hati mengaktifkan nilai-nilai kita yang paling dalam, mengubahnya dari sesuatu yang kita pikir menjadi sesuatu yang kita jalani. Hati tahu hal-hal yang tidak, atau tidak dapat di ketahui oleh pikiran. Hati adalah sumber keberanian dan semangat, integritas dan komitmen. Hati adalah sumber eneregi dan perasaan mendalam yang menuntut kita belajar, menciptakan kerjasama, memimpin dan melayani,” Robber K Cooper, PhD.
Prinsip Utama 13: Fisik dan Kesehatan
"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkahlangkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu," (QS: Al Baqarah:168).
Ada satu pertanyaan yang sering kali saya tanyakan kepada para peserta seminar saya, ”Siapa diantara Anda yang hadir disini yang ingin punya uang 10 Miliar?” Atas pertanyaan tersebut ratusan orang mengangkat tangan mereka tinggi-tinggi. Kemudian saya lanjutkan kembali dengan ungkapan, "Tapi setiap hari tiga kali cuci darah!".
Anda sudah bisa membayangkan, bagaimana reaksi mereka atas pernyataan susulan itu. Memang tidak akan ada artinya uang yang banyak bila kesehatan kita terampas. Sedikit demi sedikit harta yang kita miliki akan habis hanya untuk urusan cuci darah. Sekarang, menjadi jelas bagi kita semua betapa kesehatan adalah salah satu harta yang paling berharga yang kita miliki.
Dengan badan yang sehat, kita bisa mencari uang untuk mencukupi kebutuhan hidup kita dan keluarga. Dengan badan yang sehat, kita nikmat beribadah menyembah Allah Sang Maha Pencipta. Dengan badan yang sehat, kita dapat berkumpul dan bercengkrama dengan anak, istri, suami dan keluarga kita. Dan dengan badan yang sehat, kita dapat membantu dan memberikan manfaat untuk orang lain. Ya, kesehatan adalah bagian dari kehidupan kita yang tidak bisa kita abaikan.
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, kayamu sebelum miskinmu, lapangmu sebelum sempitmu, sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu," (HR Bukhari Muslim)
Pikiran Sehat Ada di Fisik yang Sehat
Di sebuah kantor akuntan publik, ada seorang auditor yang bernama Pak Bisiman. Ia adalah orang yang selalu sibuk di kantornya (sesuai dengan namanya dari bahasa jawa yang diartikan ke bahasa Inggris). Pak Bisiman adalah orang selalu mengambil lembur dan berusaha bekerja sebaik-baiknya. Tujuannya agar cepat dipromosikan sehingga gajinya naik. Pak Bisiman berangkat pukul 05.00 pagi dan pulang sampai di rumah pukul 23.00. Bisa dikatakan, Pak Bisiman adalah orang yang workaholic. Ketika akhir tahun, Pak Bisiman biasanya begadang dua hari tanpa tidur untuk menyelesaikan laporan auditnya. Sekitar sepuluh tahun bekerja, akhirnya ia mendapatkan posisi yang baik dengan gaji diatas 20 juta sebulan. Posisi ini adalah posisi yang diidam-idamkan.
Namun akhir-akhir ini, kesehatan Pak Bisiman menurun. Pak Bisiman mudah letih dan mukanya mulai dipenuhi jerawat. Pada akhirnya, Pak Bisiman mulai mengunjungi dokter untuk memeriksa gejala yang dialaminya. Ternyata Pak Bisiman mengalami penyakit liver yang sudah cukup parah. Kebiasaan merokok dan makan makanan instan yang berpengawet juga memperparah kondisi liver Pak Bisiman. Pak Bisiman akhirnya perlu dirawat di rumah sakit dan biaya perawatannya cukup banyak. Untungnya, asuransi kantor bisa menutup biaya perawatannya.Tetapi kondisinya saat ini tidak memungkinkan lagi Pak Bisiman untuk melakukan pekerjaannya. Dokter memerintahkan agar Pak Bisiman membatasi jam kerjanya. Dengan kondisi seperti ini, posisi Pak Bisiman akhirnya diambil oleh orang lain.
Pak Bisiman mulai sadar akan arti pentingnya kesehatan disbanding dengan uang yang ia dapatkan. Ia berpikir, buat apa uang banyak tapi sakit-sakitan. Untungnya tidak cuci darah, atau apalah yang membuat pengeluaran rutin bulanannya meningkat. Akhir-akhir ini, Pak Bisiman mulai memperhatikan kesehatannya dan mulai mendekatkan diri kepada Allah karena ia tahu peluang hidupnya sudah tidak sekuat pada saat sehat.
Pak Bisiman mungkin sebuah potret yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Bekerja dengan giat memang bagus. Namun jika dilakukan secara berlebihan menjadi tidak bagus. Pola kerja yang tidak sehat bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Pekerjaan yang menumpuk bisa menyebabkan stress berkepanjangan. Kalau sudah begitu, akan berpengaruh pada pola makan, pola tidur bahkan pola ibadah. Tidak hanya itu, pikiran kita akan menjadi buruk sehingga timbul sifat mudah marah, sakit hati dan dengki.
"Mens sana in corpore sano" dalam pikiran yang sehat ada di dalam tubuh yang sehat.
Pernahkah terpikirkan oleh kita, ginjal yang tidak mampu lagi menyaring racun dengan baik, paru-paru kesulitan memompa udara, jantung sangat berat terasa dalam memompa darah, makanan yang harus ditakar kadar gula, garam dan gizi lainnya. Lalu apakah uang yang kita miliki sampai bermiliar-miliar berguna apabila kesehatan diri kita sangat buruk? Bisakah kita berpikir dengan arif apabila tubuh kita sakit?
Tindakan Konkrit
Mulai hari ini saya akan:
1. Makan dan minum hanya yang bergizi dan menghindari junk food
2. Berolah raga tiga kali seminggu
3. Hanya memikirkan, berkata-kata dan bertindak yang baik dan positif.
SUMBER:
oLEH : VALENTINO DINSTI DALAM ERAMUSLIM.COM

On Label: , , | 0 Comment

Part 3
"Pelajari dasar-dasar permainan dan ikutilah aturannya. Solusi tambahan tak pernah langgeng," (Jack Nicklaus, Pegolf professional legedaris).
Untuk direnungkan, “Ini bukan seberapa cepat atau lambat Anda mencapai tujuan dan sukses Anda, melaikan kapan Anda akan memulainya?” (Valetino Dinsi, Guru entrepreneur Indonesia).
Prinsip Utama 8: Fokus Masa Depan
Orang-orang yang sukses mempertahankan fokus positif dalam kehidupan apapun yang sedang terjadi di sekitar mereka. Mereka tetap berfokus pada kesuksesan pada masa lalu mereka daripada kegagalan mereka dan pada langkah-langkah tindakan berikutnya yang perlu mereka ambil untuk mendekatkan mereka pada pemenuhan tujuan mereka. Mereka terus menerus bersikap proaktif dalam mengejar tujuan pilihan mereka.
Satu tujuan terpenting disiplin yang bertujuan memfokuskan adalah menyisihkan waktu di penghujung hari – sebelum tidur – untuk mengakui kesuksesan Anda, menelaah tujuan Anda, terfokus pada masa depan sukses Anda, dan membuat rencana khusus untuk apa yang ingin Anda capai hari berikutnya (esok).
Tindakan Konkrit
Duduklah dengan mata terpejam, bernafaslah dalam-dalam dan beri diri Anda sendiri salah satu pengalaman berikut:
· Perlihatkan kepadaku di mana aku bisa menjadi lebih efekitf hari ini
· Perlihatkan kepadaku di mana aku bisa menjadi (isi dengan profesi Anda – manager, guru, dst) lebih baik hari ini
· Perlihatkan kepadaku di mana aku bisa menjadi lebih tegas hari ini
· Perlihatkan kepadaku di mana aku bisa menjadi lebih… (isi dengan yang Anda inginkan) hari ini

Prinisip Utama 9: Membentuk Kebiasaan
“Kebiasaan Anda menentukan nasib Anda. Orang-orang yang sukses tidak begitu saja berada di puncak. Sampai ke sana memerlukan perhatian terpusat, disiplin pribadi, dan banyak energy setiap hari untuk menciptakan berbagai hal. Kebiasaan yang Anda kembangkan mulai hari ini, akhirnya akan menentukan bentuk masa depan Anda.”
Psikolog memberitahu kita bahwa 90 % perilaku kita bersifat kebiasaan. Sembilan puluh persen! Mulai dari saat Anda bangun pada pagi hari sampai saat Anda tidur pada malam hari, ada ratusan hal yang Anda lakukan dengan cara yang sama setiap hari. Hal itu termasuk cara Anda mandi, berpakaian, menyantap sarapan, membaca surat kabar, menggosok gigi, berkendara ke kantor, mengatur meja Anda, belanja di pasar swalayan, dan membersihkan rumah Anda. Selama bertahun-tahun, Anda mengembangkan serangkaian kebiasaan yang tertanam kuat yang menentukan sebaik apa setiap bidang kehidupan Anda bekerja, mulai dari pekerjaan dan penghasilan Anda sampai kesehatan dan hubungan Anda.
Jika Anda ingin menciptakan tingkat kesuksesan yang lebih tinggi, Anda harus menghentikan beberapa kebiasaan Anda yang buruk (tidak membalas telepon, tidur sampai larut malam untuk menonton TV, membuat komentar-komentar sinis, menyantap makanan fast food setiap hari, merokok, terlambat menghadiri pertemuan membelanjakan lebih besar dari penghasilan Anda) dan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih produktif (menjawab telepon dalam 24 jam, tidur 8 jam sehari, membaca satu jam perhari, berlatih empat kali seminggu, menyantap makanan sehat, tepat waktu, dan menabung 10 % penghasilan Anda). Masalahnya adalah kebiasaan baik atau buruk, hasilnya baru terlihat bertahun-tahun kemudian.
Tindakan Konkrit
1. Buatlah daftar semua kebiasaan yang membuat Anda tidak produktif atau yang bisa berdampak negatif pada masa depan Anda.
2. Pilihlah empat kebiasaan buruk tersebut yang ingin Anda rubah dan gantilah dengan kebiasaan sebaliknya dan bertekatlah untuk melaksanakannya tahun ini.
Jika Anda menggunakan strategi ini untuk mengembangkan empat ke biasaan baru saja setiap tahun, 5 tahun lagi Anda akan punya 20 kebiasaan sukses baru yang bisa memberi Anda semua uang yang Anda inginkan, hubungan penuh kasih yang Anda dambakan, tubuh yang sebih sehat dan berenergi, dan berbagai macam peluang baru.

Prinsip Utama 10: Komitmen 100 %
“Ada perbedaan antara minat dan komitmen. Ketika berminat melakukan sesuatu kau hanya melakukannya ketika keadaanya memungkinkan. Ketika berkomitmen pada sesuatu, kau tidak menerima alasan apa pun, hanya hasil,” ( Ken Blanchard, Penulis buku best seller "One Minute Manager" )
Orang-orang sukses menaati “atauran tanpa perkecualian” dalam hal disiplin harian. Begitu Anda membuat komitmen 100 % pada sesuatu, tidak ada perkecualian. Sudah pasti ! Tak bisa dinegoisasikan. Titik !
Hanya Saat Bulan Purnama
Prof. Sir Simon adalah pembicara sukses, pelatih, penulis terlaris, dan pujangga. Salah satu prioritas Sid adalah kesehatan dan kebugarannya. Di usia 77 tahun ia masih secara teratur bersepeda, minum suplemen, menyantap makanan sehat, dan – oh ya – ia mengizinkan dirinya makan semangkuk es krim sehari sebulan saat bulan purnama.
Ketika perayaan ulang tahunnya yang ke-75, lebih dari 100 anggota keluarganya, sahabatnya, dan mantan mahasiswa yang mengaguminya datang dari seluruh penjuru negara untuk ikut merayakan bersamanya. Hidangan penutupnya, seperti biasa, adalah kue ulang tahun dan es krim. Tapi ada satu masalah – malam itu bukan malam bulan purnama. Untuk membujuknya supaya mengizinkan dirinya sendiri makan es krim pada kesempatan istimewa sekali seumur hidup itu, empat orang yang mengetahui komitmen Sid berdandan ala dewi bulan dan memasuki ruangan sambil membawa sebuah bulan purnama raksasa terbuat dari karton dan kertas alumunim, supaya malam itu seolah-olah ada bulan purnama untuk Sid.
Tapi meski sudah dibujuk penuh kasih seperti itu, Sid tetap teguh menjalankankomitmennya dan menolak es krim itu. Ia tahu jika ia melanggar komitmennya satu kali itu, lain kali ia ditawari es krim akan lebih mudah untuk merasionalisasi, membenarkan, dan menjelaskan mengapa ia melanggar komitmennya. Sid tahu bahwa komitmen 100% sebenarnya lebih mudah untuk dipertahankan, dan ia tidak bersedia melemahkan bertahun-tahun kesuksesan demi persetujuan orang lain. Malam itu kami semua belajar banyak tentang disiplin diri sendiri.

On Label: , , | 0 Comment


Part 2 
Cara dan Langkah-langkahnya ?
“Perbaikilah akhiratmu kelak duniamu akan baik. Perbaikilah batinmu, kelak lahirmu akan baik.” - Umar bin Abdul Azis –
Prinsip Utama 4: Menentukan Apa yang Anda Inginkan
Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk mencapai sukses yang Anda inginkan adalah dengan menentukan terlebih dahulu apa yang Anda inginkan ! (Baca kembali prinsip 2 dan 3 pada bab sebelumnya)
Apakah yang Anda inginkan dalam hidup ini ? Tulis 10 hal yang paling Anda inginkan dalam hidup ini! Lakukan saja secara spontan, biarkan alam bawah sadar Anda membimbing Anda menemukannya. Tulis sejelas-jelasnya dan spesifik. Semakin jelas dan semakin spesifik, maka makin mudah Anda untuk mencapainya. Ingat otak perlu kejelasan dan spesifik.
Segala sesuatu yang tak pernah dilihat mata dan didengar telinga serta terlintas didalam pikiran, takkan mungkin dapat diproses otak dan menjelma menjadi kenyataan dalam kehidupan.
Apakah Anda pernah melihat buah Stopichogor? Mendengarnya? Tidak pernah bukan? Ya memang tidak ada buah itu, saya hanya mengarangnya saja. Dan hasilnya tak secuilpun informasi yang bisa diproses oleh otak Anda bukan? Itulah yang saya maksud otak perlu kejelasan dan spesifik agar otak bisa menprosesnya sehingga muncul menjadi keyataan dalam kehidupan Anda. Jadi apa yang paling Anda inginkan dalam hidup ini? (Tulislah secara jelas dan spesifik 10 keinginan Anda itu).
Prinsip Utama 5: Bermimpilah, Visualisasikan Kesuksesan Itu
" Daya khayal adalah segalanya. Hal itu mengawali semua yang menarik dalam kehidupan kita.” -Albert Einstein-
“Segala sesuatu yang bisa dihayalkan dan terpikirkan dalam pikiran manusia dapat diwujudkan menjadi kenyataan. -Valentino Dinsi-
President Soekarno pernah mengatakan, "Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit.” Ibaratkan cita-cita sebagai mimpi, jadi apa pun mimpi Anda mimpikanlah yang tiggi.
Di Amerika ada seorang anak berusia 8 tahun yang menuliskan 363 keinginannya. Ingin pergi kesana, kesini, ingin punya ini, ingin punya itu dalam daftar panjang. Ketika usianya 53 tahun ia diwawancarai hampir semua media baik TV, radio, surat Kabar, internet, dll. Ketika ditanya mengapa ia menuliskan itu semua disaat anak seusianya lebih senang bermain. Ia hanya menjawab singkat, ”Aku bosan! Mama ingin aku jadi ini, Papa ingin aku jadi itu. Nenek lain lagi. Begitu juga dengan kekek. Tante dan Om sama saja. Sementara teman-temanku tidak jauh berbeda. Mereka semua ingin aku menjadi seperti yang mereka inginkan, padahal aku punya keinginaku sendiri!” begitu katanya.
Suatu ketika dalam seminar saya pernah ditanya oleh salah seorang peserta, ”Pak kalau saya bermimpi setinggi-tingginya nanti kalau jatuh sakit sekali.” Saya mengerti sekali, betapa banyak orang yang takut bermimpi karena takut jatuh atau gagal, padahal mencoba pun belum sempat mereka lakukan. Mereka hanya takut terhadap bayang-bayang pikiran yang mereka ciptakan sendiri.
Tindakan Konkrit
Sisihkan waktu 10-15 menit setiap hari untuk memvisualisasikan (membayangkan) semua tujuan Anda dalam keadaan sudah tercapai. Yang perlu Anda lakukan adalah memejamkan mata Anda dan melihat tujuan Anda sudah tercapai. Jika salah satu tujuan Anda adalah memiliki sebuah rumah bagus di tepi danau, pejamkan mata Anda dan lihat diri Anda sendiri berjalan dalam rumah yang ingin Anda miliki. Isi semua detailnya. Seperti apa bagian luarnya? Bagaimana lanskapnya? Pemandagannya? Apa yang ada? Seperti apa ruang tamu, dapur, kamar tidur utama, ruang makan, ruang keluarga dan ruang kerjanya? Bagaimana dengan perabotnya? Berjalanlah dari ruang ke ruang dan penuhi semua detailnya.
Ketika Anda setiap hari memvisualisasikan tujuan Anda sudah tercapai hal itu menciptakan konflik dalam pikiran bawah sadar anda antara apa yang Anda visualisasikan dan apa yang sekarang Anda miliki. Pikiran bawah sadar Anda mencoba menyelesaikan konflik itu dengan mengubah kenyataan Anda sekarang menjadi visi baru yang lebih menggairahkan. Konflik ini, ketika menjadi semakin tajam karena visualisasi yang terus menerus, sebenarnya memicu terjadinya tiga hal:
1. Memprogram RAS* otak Anda untuk mulai memasukkan ke dalam kesadaran Anda apapun yang akan membantu Anda mencapai tujuan Anda
2. Mengaktifkan pikiran bawah sadar Anda untuk menciptakan jalan keluar supaya bisa mencapai tujuan yang Anda inginkan. Anda akan mulai bangun pagi dengan gagasan baru, Anda akan mendapat gagasan saat mandi saat berjalan kaki dan saat berkendara ke kantor
3. Menciptakan tingkat motivasi baru. Anda akan mulai melihat bahwa Anda secara tak terduga melakukan hal-hal yang membawa Anda pada tujuan Anda.
RAS (Raticular Activating System) adalah bagian dari otak yang membuat manusia mampu memusatkan perhatian yang merupakan penghubung antara Pikiran Sadar dengan Pikiran Bawah Sadar
Prinsip Utama 6: Bertindaklah, Walau Takut Lakukan Saja
“Mereka yang menunggu hanya akan mendapatkan sisa mereka yang bergegas (bersegera).” -Abraham Lincoln, Presiden AS ke-16
Rasa takut itu wajar. Setiap kali Anda memulai sebuah proyek baru, merintis usaha baru, atau mempertaruhkan harga diri, Anda biasanya merasa takut. Sayangnya rasa takut menghentikan mereka mengabil langkah-langkah yang diperlukan untuk mewujudkan impian mereka. Orang-orang yang sukses, di pihak lain juga merasa takut seperti kita, tapi mereka tak membiarkan rasa takut itu menghentikan mereka melakukan apa pun yang ingin mereka lakukan. Mereka mengerti bahwa rasa takut adalah sesuatu yang harus diakui, dialami, dan dibawa serta dalam perjalanan.
Cara Mengusir Ketakutan
Satu cara untuk benar-benar menghilangkan ketakukan Anda adalah dengan bertanya kepada diri sendiri, “Khayalan apa yang menakuti Anda, dan kemudian mengganti bayangan itu dengan kebalikannya yang bersifat positif.
“Jika orang tahu betapa keasanya aku harus berlatih untuk mencapai tingkat keahlianku, hal ini sama sekali bukan terlihat hebat.” -Michael Angelo- pemahat dan pelukis Renaisance yang menghabisan empat tahun berbaring melukis langit-langit Sistine Chapel.
Dibalik setiap prestasi besar terdapat kisah kegigihan, latihan, pelatinan, disiplin dan pengorbanan. Anda harus bersedia menjalani konsekuensinya.
Mungkin konsekuensi itu adalah menekuni satu kegiatan saja dan menunda hal lain dalam kehidupan Anda. Mungkin hal itu adalah menginvestasikan semua kesehatan atau tabungan pribadi Anda. Mungkin hal itu adalah kesediaan untuk meninggalkan keamanan situasi Anda sekarang.
Tapi meskipun banyak hal secara khusus diperlukan untuk mencapai hasil kesuksesan, KESEDIAAN untuk melakukan APAPUN yang diperlukan untuk mencapai apa yang Anda inginkan membuat Anda teguh menghadapi berbagai kesulitan tantangan, rintangan, rasa sakit dan bahkan luka pribadi.
Prinsip Utama 7: Minta…Minta…Minta dengan Gigih
Mengapa orang takut meminta? Orang takut akan banyak hal, seperti terlihat butuh, terlihat konyol, dan terlihat bodoh. Tapi terutama mereka takut mengalami penolakan. Mereka takut mendengar kata tidak. Yang menyedihkan, mereka sebenarnya terlebih dahulu menolak diri sendiri. Mereka berkata tidak kepada diri sendiri bahkan sebelum orang lain sempat berkata tidak!
Cara meminta apa yang Anda inginkan
Mark Victor Hansen dan Brian Tracy memberikan 5 tips sederhana untuk meminta:
1. Mintalah seolah Anda mendapatkan jawaban ya.
2. Anggaplah Anda bisa. Jangan memulai dengan anggapan Anda tak bisa memperolehnya
3. Mintalah kepada seseorang yang bisa memberikannya kepada Anda. ”Kepada siapa saya harus bicara untuk mendapat….” “Siapa yang berwenang membuat keputusan tentang…” “Apa yang harus saya lakukan untuk memperoleh…”
4. Bersikap jelas dan spesifik.
5. Mintalah berulang kali. Salah satu prinsip sukses terpenting adalah kegigihan, tidak menyerah.
“ .... mintalah maka kau kuberi,”  (QS. Ali Imran; 187)
Mintalah dengan Gigih
"Kebanyakan orang menyerah ketika mereka nyaris meraih kesuksesan. Mereka berhenti satu meter dari garis finis. Mereka menyerah di detik-detik terakhir permainan, satu langkah dari gol kemenangan,” H.Ross Perot, miliarder AS dan mantan kandidat Presiden AS
Kegigihan merupakan ciri yang paling umum orang-orang yang berprestasi tinggi. Mereka tidak mau menyerah. Semakin lama Anda bertahan, semakin besar peluang terjadinya sesuatu yang Anda harapkan. Tak peduli sesulit apa pun kelihatannya, semakin lama Anda bertahan, semakin besar kemungkinan Anda sukses.
Memilih Teman Sukses
“Kita menjadi orang yang paling sering bergaul dengan kita.”
Anak-anak (juga orang dewasa) menjadi seperti orang yang paling sering bergaul dengan mereka. Itu sebabnya Anda harus melewatkan waktu bersama orang-orang yang ingin Anda tiru. Jika ingin sukses Anda mulai harus bergaul dengan orang-orang yang lebih sukses.
Tindakan Konkrit
1. Buatlah daftar siapapun yang Anda temui secara teratur (rutin) – anggota keluarga, rekan kerja, teman, orang-orang di organisasi, sesama anggota kelompok religious dan sebagainya.
2. Setelah selesai, bacalah ulang dan letakkan tanda minus (-) di sebelah nama orang yang negatif dan beracun dan tanda plus (+) disebelah orang yang posifit dan membangun.
3. Inilah potret diri Anda ! Berhentilah bergaul dengan orang-orang yang punya tanda minus disebelah nama mereka. Jika hal itu tidak mungkin maka kurangi waktu Anda besama mereka. Anda harus membebaskan diri Anda sendiri dari pengaruh negative orang lain.
"Sendirian kita tak bisa berbuat banyak, bersama-sama kita bisa berbuat begitu banyak,” -Helen Keller- Penulis Amerika, dosen, dan pendukung kaum tuna netra. 

On Label: , , | 0 Comment

Artikel Populer

Akuntansi, Pajak, Accurate, Tarbiyah dan Dakwah

FB _Q

Diberdayakan oleh Blogger.